Cerita Mahasiswa Pendidikan Sosiologi; Merajut Semangat Saat Harus Kuliah dari Rumah

Pandemi ini ibarat gelombang yang menghantam, sedangkan masing-masing dari kita berjuang di perahu yang berbeda. Berangkat dari kesadaran bahwa pandemi ini memberikan dampak kepada kita semua, saya yakin pandemi ini juga akan membawakan hikmah. Masing-masing dari kita memegang kesempatan untuk memilih apa yang akan kita lakukan dengan keadaan seperti ini. Disinilah kemudian pentingnya bagi mahasiswa untuk memiliki kesadaran akan adanya peluang sekaligus tantangan dalam menghadapi kuliah dari rumah. Dampak dari adanya Pandemik ini mengharuskan pemebelajaran atau kuliah harus dilakukan secara daring (online). mahasiswa yang biasanya hadir langsung ke kampus dan bertemu dengan dosen serta teman-teman lainnya, kini harus melakukan sendiri di rumah masing-masing. Berbagai tantangan dan hambatan dialami oleh setiap mahasiswa Pendidikan Sosiologi dalam melaksanakan perkuliahan daring, yang sudah berlangsung hampir 4 bulan ini. Setiap mahasiswa memiliki pilihan bagaimana menjalani perkuliahan daring ini, pilihan untuk menerima begitu saja maupun pilihan untuk mengakses kesempatan baru yang mungkin tidak bisa diperoleh ketika perkuliahan langsung, seperti mengikuti berbagai kegiatan secara daring.

Salah satu mahasiswa yang memilih untuk melakukan banyak kegiatan di tengah aktivitas perkuliahan daring adalah Galih Ragatiwi, mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2019 asal Yogyakarta. Galih juga bercerita mengenai pengalamannya melakukan perkuliahan secara daring dan bagaimana cara menjaga semangat untuk melaksanakan perkuliahan daring.

Menurut Galih, tidak ada alasan untuk tidak bersemangat untuk kuliah dari rumah. Ia mengemukakan bahwa kapan lagi kita bisa mengikuti perkuliahan sambil rebahan diatas kasur, tidak perlu mandi dan menghemat biaya transportsai jika tidak karena pandemi. Prinsipnya sendiri dalam menempuh pendidikan adalah 60% melihat ke atas dan 40% melihat ke bawah. Artinya, Galih lebih banyak menaruh perhatian terhadap pencapaian yang belum dia raih, sedangkan banyak mahasiswa lain seusianya telah jauh lebih banyak pencapaian. Selama kuliah dari rumah tentunya Galih memiliki lebih banyak waktu untuk berseluncur di Youtube untuk melihat vlog-vlog mahasiswa yang telah sukses sejak dini. Hal ini memancing Galih untuk terus bersemangat dan memanfaatkan bonus waktu luang ketika kuliah dari rumah untuk mengembangkan diri agar mendapat pencapaian lebih. Sedangkan prosentase 40% selebihnya adalah untuk mensyukuri keadaan yang sedemikian ini sehingga bisa merasakan nikmatnya kebebasan belajar apapun.

Menurutnya, sebagai mahasiswa yang harus menjalankan kuliah dari rumah selama pandemi menyadari bahwa banyak hal positif yang bisa dilakukan selain meratapi tantangan kuliah daring. Disadari atau tidak, perkuliahan yang dilakukan dari rumah lebih banyak dijadikan sebagai bahan keluhan ketimbang sarana untuk mengembangkan diri ketika memiliki banyak waktu luang di rumah. Dalam hal ini, Galih memilih untuk memanfaatkan peluang mengembangkan diri melalui beberapa kegiatan. Di sela-sela aktivitas kuliah dari rumah biasanya dimanfaatkan untuk memenuhi hobinya yaitu membaca. Kemudian setelah jam perkuliahan berakhir atau waktu weekend (akhir pekan) biasanya hampir selalu memanfaatkannya untuk mengikuti kelas daring. Beberapa kelas daring yang diikuti merupakan bagian dari aktivitas pada keanggotaan di Paradigm Connection dan Partnership dengan Fair and Lovely yang memberikan pembiayaan penuh untuk mengikuti kelas daring. Berbagai pilihan kelas mulai dari personal development, social science, bisnis, hingga komunikasi yang rutin diikuti dengan senang hati untuk menambah pengatahuan dan relasi. Selanjutnya, Galih mengaku juga belajar dari Skill Academy dan berbagai Webinar mengenai lingkungan dari Badan Restorasi Gambut. Pengembangan diri di era pandemic juga dilakukan dengan terus menunaikan kegiatan keorganisasian, diantaranya kepengurusan di HIMA DILOGI yang sudah mulai sibuk dengan beberapa proker terutama untuk menyambut mahasiswa baru, Koalisi Pemuda Hijau dan sebagai tim Pengupdate Data Kerjasama UNY. Pada akhirnya, pandemic Covid-19 ini berdampak pada semua kalangan dan lini kehidupan, namun bagaimana cara menyikapi adalah sebuah pilihan. Spirit Sosiologi.